PARIS FASHION WEEK AW 2017/2018

PARIS FASHION WEEK AW 2017/2018

Monday, April 1, 2013

FASHION DIARY. COSMOPOLITAN APRIL 2013 ISSUE BY ADI SURANTHA


FASHION RENDEZVOUS

Pertemuan kembali koleksi tas rumah mode dengan arsip legendarisnya, menciptakan kreasi terkini dan terus jadi obsesi fashionista.
Oleh, Adi Surantha

Suatu akhir pekan bulan lalu salah seorang wanita dan ibunya sedang berjalan-jalan di salah satu mal bergengsi di Jakarta. Saat melewati window display salah satu butik label kenamaan asal Paris, wanita itu pun menunjukan satu tas favoritnya. “Oh my God..So fabulous. I will buy this bag, Mom! Tapi spontan ibunya menjawab “Aduh, model ini dari jaman mama Muda juga sudah ada, Mama punya kok!” Anaknya pun keheranan.

Yes, darling..Gambaran fashion dunia terutama soal koleksi aksesori tas kini memang memperlihatkan gejala tren retrospektif. Banyak rumah mode legendaris bernostalgia dengan arsip-arsip perjalanan fashion mereka. Beberapa kreasi historis, mulai dari koleksi busana hingga aksesori tas dan sepatu menjadi titik perhatian dalam berkreasi. Apalagi koleksi tas yang ikonis dan laris manis saat pertama kali dilansir, dipastikan seri tersebut tidak absen untuk diproduksi ulang menjadi koleksi baru. Biasanya, koleksi tas ikonis tersebut hadir dengan bentuk yang sama namun bertranformasi pada detail atau materialnya. Kreasi merilis ulang desain tas bisa hadir melalui material yang lebih digemari sekarang, detail yang sedang tren atau hasil kolaborasi dengan figur-figur kreatif yang sedang happening saat ini.

LAST & FOREVER
Cosmo pun mengamati fenomena tersebut dari koleksi Spring/Summer 2013 dari label-label Italia yang dikenal dengan produksi aksesori tas kulit legendaris. Salah satunya Fendi, label ini memiliki seri tas bernama Baguette yang pertama kali dilansir pada 1997 dan menjadi elemen trendi saat itu. Potongan structured dan tekstur unik pada tas membuat koleksi Baguette menjadi must have item fashionista. Musim ini, tas tersebut kembali dilansir dengan ragam detail khas musim panas bergaya playful yang semarak. Tas hadir dengan potongan klasik, namun material pada tas seperti manik-manik, kancing hingga desain bag on bag membuat tas menarik perhatian penggemarnya. Koleksi seri ini juga membebaskan setiap pemiliknya untuk mengenakan tak hanya sebagai shoulder bag seperti pertama kali dilansir, tapi juga multifungsi sebagai clucth saat strap-nya dilepas. “Saat memakai tas Baguette, Anda bisa mengikuti mood Anda, dikenakan dengan strap atau sebagai clucth.” Ungkap Silvia Fendi sang kreator dan pemilik label ini. Jauh ke era 40 dan 50-an, tepatnya ke kota Florence, label Gucci yang baru berulang tahun ke-90 tahun, terkenal dengan tas seri Bamboo yang sudah dikenakan selebriti ternama Grace Kelly dan Iggrid Bergman. Desainnya, material kayu bambu sebagai pegangan yang dilengkungkan dengan proses pemanasan dan teknik khusus. Sekarang, tas seri ini kembali dilansir dengan material eksotis seperti kulit phyton, buaya, corak ikonis flora hingga detail tassel kulit dan detail strap.

FASHION TREASURES
Dari Paris, rumah mode Louis Vuitton paling totalitas dalam melansir koleksi tas-tas ikonisnya. Tahun ini, label ini fokus untuk melansir kembali koleksi tas ikonis dalam konsep berukuran mini yang diberi nama koleksi Mini Mon Amor. Koleksi seri 50-an seperti Alma hingga Speedy hadir dengan ukuran mini dan warna neon yang menggoda. Seri Alma hadir dengan material kulit vernis mengkilap dan strap, sedangkan Speedy dengan material kulit dan detail khas monogram yang diembos, fantastic! Legenda fashion Paris lainnya yaitu Chanel, yang di bawah arahan desainer kaliber Karl Lagerfeld. Desainer yang menginjak usia 80 tahun namun tetap berdarah muda, selalu berhasil mengolah kreasi tas ikonis Chanel 2.55 Flap Bag yang pertama dilansir pada 1955. Di era millenium, seri tas tersebut kembali jadi incaran dengan koleksi baru yang hadir dari nama sang kekasih Coco Chanel pendiri label ini yaitu Boy Chanel. Koleksi tas hadir dengan gaya lebih sharp dengan material keras seperti steel dan ragam material dan detail pada tas. Musim ini flap bag berdetail quilted yang ikonis pun hadir dengan kreasi hula-hoop, hingga bergaya lego yang menjadi buah bibir dan obsesi penikmat fashion di penjuru dunia. Lainnya, yang menjadi perhatian Cosmo yaitu dari Amerika, label aksesori Coach tak segan-segan untuk menamakan koleksi terbarunya bertajuk Legacy Collection. Koleksi tas hadir dari desain tas ikonisnya dari era 50 hingga 60-an yang dirilis ulang dengan gaya tren terkini seperti color block dan warna-warna cerah yang membuat penjualan tas label yang berdiri sejak 1941 ini laku keras.

Memang harus diakui krisis ekonomi yang melanda membuat setiap individu selektif dalam berbelanja produk fashion, terutama tas mewah. Kreasi klasik yang sudah dikenal atau mudah diterima pelanggan setia atau baru justru menjadi prioritas. Fenomena rumah mode merilis ulang koleksi tas ikonisnya di musim ini pun tak membuat label-label raksasa tersebut tidak kreatif. Justru kreativitas tingkat tinggi sangat diandalkan saat merancang kembali tas tersebut, agar koleksi tersebut tampil segar dan menarik perhatian oleh generasi baru seperti cerita pengalaman berbelanja sang wanita dan Ibunya di atas.

No comments:

Post a Comment