Sunday, September 21, 2014

Fashion Week Report: Dolce & Gabbana Spring/Summer 2015

Angels and Gabbana
Oleh, Adi Surantha.
Jika Anda mengikuti dan memerhatikan akun instagram Stefano Gabbana, salah satu kepala kreatif Dolce&Gabbana, tak sedikit banyak inspirasi perjalanan wisatanya menjadi kunci ide koleksi label asal Sicily, Italia ini.

Salah satu destinasinya Mexico yang memiliki budaya hasil adaptasi dari Spanyol, negeri yang secara historis menjajah Amerika Latin itu.‎
‎Salah satu aspek religious memiliki peranan penting, terutama kedekatannya dengan nuansa kristiani dan gerejanya. ‎Spanyol pun jadi ide utama dalam inspirasi.

Bukan rahasia lagi kalau Dolce & Gabbana kerap mengangkat napas religi dalam sentuhan kreasi koleksinya, banyak catatan ragam arsip Gereja dan budayanya‎, menjadi wadah mengasyikan dalam berkarya ‎bagi kedua kreator. Label yang musim World Cup lalu merancang seragam‎ para pesepak bola Italia ini juga dikenal sangat aktif dalam mengangkat dan mempromosikan Italia dari utara hingga selatan, kota kelahiran mereka. Ya, Italia, dan juga budayanya, salah satunya Gereja atau ragam liturgi, menjadi ide dasar ‎ragam detail koleksi musim semi dan panas 2015. Walau Spanyol menjadi tempat peraduan, inspirasi Gereja katolik sangat kental ditemui, terutama pada ragam detail busana, yang dengan mudah dikenal bagi pencinta sejarah Kristiani dan gerejanya.

Koleksi itu tercermin pada, detail bordir keemasan berbentuk hati yang banyak ditemui di Gereja katolik‎ sebagi lambang devosi Hati Kudus Yesus yang Kudus dan berapi-api. Detai ini ditempatkan besusun banyak pada atasan berdasar putih, sama halnya saat saya melihatnya di gereja-gereja di Roma, ditempatkan di altar-altar berpigura, Begitu banyak dan disertakan nama-nama para orang Kudus katolik dan‎ pejabat tinggi gereja. Ada juga pada terusan pendek, jaket trapeze, bustier, rok pendek. Yang paling mencuri perhatian adalah koleksi sepatu yang ditempatkan detail hati tersebut , dan menjadi pembicaraan setelah sang desainer Stefano Gabbana mengundahnya dalam bbentuk video di akun instagram pribadinya.‎ Detail itu ada pada bagian hak sepatu yang diganti dengan bentuk bingkai jendela kaca yang dapat dibuka dengan detail hati dan mutiara indah di dalamnya. Saat melihat itu saya, teringat dengan ragam interior gereja dari era medieval atau barok Eropa yang memiliki sebuah altar dengan bentuk bukaan jendela yang menempatkan patung orang suci, santo atau santa patron suatu kota hingga relik-relik dan ragam alat devosi lainnya di dalamnya,  yang akrab bagi tata gerejawi katolik.
Spanyol dan inspirasi gereja Katolik yang ditemui pada Dolce &Gabb‎ana menjadi sebuah gambaran akan akan salah satu tren ke depan. Unsur dekoratif dan kesemarakan pada detail bisa menjadi pemegang tren tahun depan. Mulai dari kemeja putih oversized, poncho berumbai hitam, rok A-line berbordir mawar Merah, jaket khas matador pendek dan celana pendek Merah khasnya.‎
Namun beberapa koleksi terlihat belum banyak eksplorasi pada potongan dan ragam elemen fashion. Potongan klasik yang feminin pada tasan, terusan hingga jaket dibuat lebih berani pada detail dekoratif. Mungkin pesan duo desainer ini untuk penggemar setia atau pelanggan barunya, potongan klasik dan simple akan tetap‎ bernyawa dengan eksplorasi detail yang mempesona. Apalagi
Diikuti dengan craftmanship yang mumpuni khas Italia dari label ini, siapa yang mampu menolak lace dress hitam Domenico & Stefano?‎

‎Fashion For Love
Adi Surantha.‎