PARIS FASHION WEEK AW 2017/2018

PARIS FASHION WEEK AW 2017/2018

Monday, January 24, 2011

WARTA FASHION SEPEKAN



TOD'S LAUNCH EYEWEAR COLLECTION

OPEN YOUR EYES

Buka mata dan lalui hari Anda penuh percaya diri dengan sunglasses lansiran perdana Tod’s.

Setiap individu diyakini memiliki satu sunglasses, tak hanya mereka yang melek fashion saja yang memilikinya. Sunglasses sudah menjadi elemen fashion aksesori yang sangat fungsional bagi setiap insan, selain menepis silaunya mentari, berbagai desain sunglasses mampu mengemukakan personal statement ataupun selera individual. Bagi beberapa kalangan terutama selebriti dunia, sunglasses menjadi senjata ampuh untuk mengelabui kuntitan paparazzi. Beberapa individu lainnya pun mengenakan sunglasses, semata-mata untuk menutupi “panda eyes” atau lingkaran hitam pada mata karena kurang tidur. Bahkan ada juga yang mengenakan sunglasses untuk terlihat superior, kaum jet set atau powerful hingga mencoba menarik atensi massa. Apapun alasan atas pengaplikasian sunglasses, elemen fashion ini mampu meyuguhkan efek yang cukup besar. Tak heran aksesori ini tak termakan oleh roda musim fashion, selalu saja dilansir setiap rumah mode.

Hal itu bisa jadi disetujui label asal Italia, Tod’s. Label yang didirikan oleh Diego Dela Valle ini secara perdana melansir aksesori sunglasses untuk pria dan wanita bersamaan dengan lansiran koleksi musim semi dan panas 2010.

Rumah mode yang ternama dengan produksi aksesori kulit berkualitas seperti koleksi ikonik driving shoes Gommino dan D-bag ini sengaja berkolaborasi dengan produsen kacamata asal Italia, Marcolin Group. Label yang kini diolah oleh perancang berbakat asal Amerika, Derek Lam ini menawarkan desain sunglasses dengan garis desain kacamata era 50 yang kental. Desainnya cukup memukau dan adaptif untuk beragam bentuk wajah, karena tidak terlalu bulat ataupun simetris. Dengan pemilihan detail metal yang mengilap pada tangkai kacamata desain klasik seketika tampil modern dan maskulin. Tak ketinggalan guratan logo Tod’s pada tangkai memberikan identitas bagi sunglasses . Desain lensa yang maksimalis dan semburat palet hitam, cokelat dan silver pada frame turut menggiring Anda untuk semakin tampil elegan dan stylish.




POLO ME, PLEASE!

Kiprah polo shirt dari busana olahraga menjadi busana klasik untuk menemani gaya busana kasual sehari-hari Anda.

Elemen fashion polo shirt merupakan benda mode klasik yang popular di kalangan pria. Dari segala musim fashion baik musim panas dan musim dingin, polo shirt selalu dikenakan dengan padu-padan yang individual. Biasanya polo shirt selalu mengakmodasi gaya akhir pekan, entah dikenakan dengan denim, celana pendek hingga cotton pants dan jacket. Pria-pria di Inggris, Amerika hingga Italia paling banyak menggemari polo shirt, mereka mengenakannya untuk aktivitas kasual semisal ke pusat kebugaran, bar hingga berbelanja. Di negeri kita, era mode awal 2000-an polo shirt banyak digandrungi para pria muda terutama ke ajang-ajang keriaan seperti festival musik out door. Saat itu polo shirt selain motif bold stripes horizontal berpalet biru dan merah, polo shirt bermotif argyle (wajik) paling banyak bersliweran. Potongannya pun pas badan, pendek dan dipadankan dengan denim yang dilipat hingga sebatas mata kaki, saat itu kita menyebutnya gaya kalangan pencinta musik indie. Sedangkan kalangan pria diatas 40-an senang mengenakan polo shirt polos dengan pilihan palet natural, ptongan longgar dan material berfekek shiny. Beberapa tokoh dunia seperti mantan presiden Amerika, John F Kennedy paling banyak terekam media saat mengenakan polo shirt pada aktivitas olah raganya. Sekarang, generasi musisi muda dunia semisal Mark Ronson, Kanye West hingga Pharell Williams ”memainkan” polo shirt pada gaya berbusana mereka dengan padanan blazer, kalung-kalung atraktif atau scarf

Pada sejarah mode tepatnya era 1920-an polo shirt dikenal sebagai busana untuk aktivitas olahraga polo. Permainan berkuda ini mengenakan polo shirt ditemani dengan leather helmet, chinos, wooden mallets dan long boots khusus berkuda. Awalnya terbentuk dari material rajutan dengan ciri khas ribbed collar, potongan pendek pada tangan dan detail dua kancing saja. Di akhir 20-an Rene Lacoste pendiri label Lacoste memperkenalkan polo shirt namun bermaterial pique-cotton yang nyaman dan legendaris hingga sekarang untuk dikenakan para petenis pria asal Prancis di pekan olaharaga Wimbledon dan U.S Open. Saat itu pilihan warna masih putih dan cokelat diikuti dengan detail stripes berwarna lain pada bagian lengan. Pada era 30-an polo shirt pun ditahbiskan di khazanah mode sebagai bagian dari kategori sport wear khusus mens wear. Seiring berjalannya waktu, selain Lacoste, perancang kenamaan asal Amerika Ralph Lauren berpegang teguh untuk megeksplorasi polo shirt dengan kreasi lebih segar berbasis inspirasi dari sejarah panjang polo shirt pada busana berkuda. Dia memperkenalkan label Polo Raplh Lauren dengan logo pria saat beraksi dengan kudanya bermain polo. Koleksinya pun semakin fashionable dengan penempatan corak angka hingga motif seperti royal stola pada bagian dada. Sedangkan yang paling hangat label legendaris terbitan Frederick John Perry yaitu Fred Perry dengan logo dua perisai dedaunanya memperkenalkan polo shirt rajutan yang stylish berkat perpaduan warna dan menjadi benda mode wajib dimiliki setiap pria hingga kini

Dari panggung peragaan mode musim semi dan panas 2010 polo shirt selalu dilansir dengan inovasi desain yang segar. Contohnya saja perancang Inggris Vivienne Westwood dengan pilihan palet pastel, aksen muti-stripe pada kerah dan lengan hingga penempatan detai kancing lebih dari dua. Thom Browne perancang cerdas asal Amerika yang selalu mengeksplorasi elemen sport wear melansir polo shirt dengan detail kancing pada bagian pinggang dan stripes dengan warna bendera negara kita. Sedangkan Hermes, polo shirt tampil elegan dengan potongan lengan panjang, material rajut dan tekstur yang maskulin

POLO SHIRT FOR DAILY STYLE

Pilihan polo shirt dan padu-padannya untuk gaya busana terkini.

Motif plaid, gingham dan agryle

Motif kotak-kotak kecil atau argyle (wajik) yang dihadirkan pada seluruh polo sirt, pilih palet hitam-putih, merah-putih ataupun cokelat-putih. Padankanadengan summer blazer hitam, abu-abu dan cokelat serta celana chinos. hHasilnya: Modern-preppy.

Plain

Polo shirt tanpa motif, pilihan palet yang esensial seperti hitam pas untuk menemani aktivitas malam, merah dan putih untuk siang hari hingga biru untuk gelaran cruising time Anda. Agar lebih stylish dan individual, sematkan scarf atupun vest. Hasilnya: Individualist-chic

Stripes

Motif garis dalam porsi maksimalis pada seluruh badan polo shirt ataupun motif argyle pada bagian dada paling pas ditemani dengan jaket parka material nylon Anda. Hasilnya: Sporty darling.

CRUISE COLLECTION REPORT 2010

THE CRUISE CONTINENT

Deretan koleksi pesiar 2010 berpotensi mengakomodasi gaya para individu modern.

Di ujung hingga ke bulan pertama di tahun baru kegiatan berlibur banyak digelar, terutama wisata lautan mulai dari berpesiar, menyelam atau sekadar berleyeh-leyeh bermandi mentari. Destinasi terdepan mulai dari hamparan pasir putih di Sardinia hingga eloknya alam dan budaya pulau Dewata, Bali menjadi pilihan sosialita. Di mode pun awal tahun gerai-gerai label-label fashion melansir koleksi cruise atau resort collection. Koleksi berpesiar ini merupakan koleksi transisi antar musim gugur dan dingin menuju musim semi dan panas. Di pertengahan tahun 2000-an koleksi ini mulai marak digarap serius oleh beberapa perancang di rumah mode ternama, awalnya hanya koleksi untuk pasangan saja namun belakangan koleksi pria pun mulai dilansir walaupun masih dalam kuantitas kecil seperti 10 sampai 15 set saja setiap presentasi. Koleksinya pun berdesain sederhana yang memang sangat aplikatif untuk mengakomodasi gaya berlibur yang serba kasual. Dominasi elemen fashion sejenis swim wear seperti surf trunks, boxer swimsuit, kimono, Hawaiian shirt hingga cabana set menjadi lahan kreasi para desainer. Untuk pilihan material selalu jatuh pada bahan yang bernuansa rekreasi ,jenis bahan spandex, kaos, katun hingga linen mewarnai beragam busana berlibur. Potongannya pun serba longgar dan terbilang cukup seksi. Menempatkan aspek kenyamanan pada material dan desain saat dikenakan selalu menjadi prioritas utama para perancang. Namun pada dasarnya mode terus berkembang, koleksi yang tadinya belum banyak mendapat perhatian besar dari tim kreatif rumah mode, kini cruise collection menjelma menjadi koleksi menyegarkan dan patut dimiliki setiap pencinta mode. Koleksi cruise tak lagi sekadar swim wear dan bernuansa pantai yang biasanya hanya dua potng busana- atasan dan bawahan- saja. Kini elemen fashion-nya berkembang mulai dari outerwear seperti jacket, blazer, vest bahkan setelan jas. Soal aksesori, paling memukau dengan garis desain yang cenderung kasual dan muda mulai dari sandal, loafers, topi, gelang, kalung, scarf hingga kopor-kopor fashionable. Pulasan palet navy seperti biru, putih hingga merah hadir di setiap busana. Soal motif, serumpun corak floral, bold stripes hingga tribal menyuntik semangat liburan semakin memuncak. Koleksi outerwear seperti trench coat, jaket parka hingga aksesori scarf yang cukup familiar di mode musim dingin turut dilansir karena saat menjalani aktivitas bepesiar di laut, publik membutuhkan outerwear tersebut untuk menangkis angin pantai yang menusuk. Beberapa koleksi dengan nuansa formal pun turut dirilis karena untuk mengakomodasi aktivitas gelaran malam yang cukup istimewa seperti coktail party ataupun dinner dengan pasangan saat menjalani pekan liburan.

Frida Giannini desainer dari Gucci menawarkan koleksi cruise dengan permainan warna dan motif garis. Yang menjadi fokus utama adalah garis desain yang sleek dan stylish, potongannya serba ramping dan dinamis. Sedangkan Christopher Bailey dari rumah mode legendaris Inggris, Burberry untuk lini Prorsum selalu terpikat dengan gaya military style yang kental. Koleksi busananya berpalet serba gelap semisal navy blue hingga hitam. Dari Paris Stefano Pilati paling berani menawarkan potongan loose, padu-padan elemen fashion yang mencerminkan gaya new grunge yang bebas dan dinamis.

Pada akhirnya koleksi cruise lini pria yang terbilang usiannya masih”balita” ini masih harus ditatar menjadi lebih segar dan variatif. Karena menilik potensi pasar dari koleksi ini begitu besar, terutama di beberapa negara iklim tropis Asia yang tidak mengalami musim dingin. Dasar dari garis desain yang sederhana menyuguhkan koleksi basic namun harus memiliki twist dan fleksibel di padu-padan dengan hasil akhir: modern. Itulah yang menjadi simbol gaya publik masa kini.

CRUISING ACCESSORIES

Deretan aksesori yang menyempurnakan pekan vakansi Anda.

Seperangkat tas mulai dari sling back, tote bag dan luggage berdesain kasual dengan palet berani mengakmodasi segala atribut fashion Anda.

  1. Sepatu berdesain sederhana diikuti warna-warna nautikal yang segar menyemangati langkah liburan Anda
  2. Beragam small leather goods hingga aksesori yang membantu Anda menangkal panasnya sinar mentari wajib Anda siapkan.
  3. Semakin dinamis dengan ditemani sandal-sandal yang nyaman hingga aksesori yang understated.
  4. Aksesori pelengkap seperti scarf, sabuk kulitdan ikat kepala membantu Anda menikmati pekan liburan

THOMAS SABO SPRING SUMMER 2011. LOOK BOOK . #JUST ARRIVED AT MY DESK










1 comment: