PARIS FASHION WEEK AW 2017/2018
Sunday, March 18, 2012
ADI SURANTHA SEBAGAI FASHION SPEAKER TED BAKER. FASHION REPORT: KOLEKSI TERBARU TED BAKER, BATTLE OF THE SEXES
Saturday, March 17, 2012
FASHION BOOK: ICHWAN THOHA 103 FASHION QUOTES. WWW.COSMOPOLITAN.CO.ID


MENYELAMI DUNIA FASHION LEWAT KUTIPAN KATA
“Fashion, sebagian orang masih belajar. Sebagian orang memanipulasi. Sebagian lagi memaksakan diri. Tapi saya, terlahir dengannya.”
Ichwan Thoha - 103 Fashion Quotes
Dalam satu dekade terakhir, perkembangan industri fashion di tanah air boleh dibilang maju sangat pesat, namun yang seringkali salah dipahami oleh masyarakat umum adalah fashion hanya terbatas pada busana,hairdo, dan makeup saja. “Padahal fashion juga merupakan sebuah sejarah yang panjang dari industri dan juga komunitas yang eksis,” jelas Ichwan Thoha. Hal inilah yang kemudian mendorong desainer yang rancangannya kental dengan konsep edgy, constructive, retro-futuristic, dan urban-tailored ini untuk mengkontribusikan ide berupa kumpulan fashion quote tanah air dalam bentuk buku,
Dalam pembuatan buku yang sangat inspiratif dan inovatif ini, Ichwan mengumpulkan puluhan fashion quote, mulai dari rekan-rekan fashion designer, pemerhati, praktisi, sosialita, fashionista, hingga pekerja seni. Sebut saja seperti Nadine Chandrawinata, Dewi Sandra, Atiqah Hasiholan, Dominique Diyose, Fery Salim, Atalarik Syach, Samuel Mulia, Chossy Latu, Harry Darsono, Maylaffayza, dan masih banyak lagi.
Bagi Ichwan sendiri quote adalah suatu ucapan yang spontan sebagai ekspresi dari hati seseorang. Quoteyang menginspirasi dan memiliki makna mendalam tentu menjadi ukuran dari perjalanan panjang kecintaan seseorang terhadap profesi yang ditekuninya. Ichwan juga mengaku bahwa alasan dia memilih angka 103 sebagai judul buku ini karena dirinya menyukai hal yang ganjil dan asimetris. “Saya berharap buku ini dapat menginspirasi dan menyemangati agar pembaca dapat tampil beda sembari menjadi dirinya sendiri,” lanjut Iwan (Calvin Hidayat/SL/Gambar:Dok.Ichwan Thoha)
FASHION DESIGNER: BARLI ASMARA. WWW.COSMOPOLITAN.CO.ID
Cosmo: Apa background pendidikan Barli?
Barli: “Saya tidak mengenyam sekolah fashion secara formal. Moto learning by doing merupakan proses untuk mematangkan profesi saya sebagai desainer. Passion sangat penting bagi pengembangan diri sendiri namun sekolah tinggi seperti bisnis atau marketing juga perlu untuk membangun bisnis.”
Cosmo: Seperti apa gaya rancangan Anda?
Barli: “Signature style saya yaitu klasik, simpel dan elegan. Craftsmanship seperti macrame, smocked,sulaman, dan fringe. Palet natural juga menjadi kecintaan saya. Era fashion 30an, kemajuan teknologi dan arsitektural juga menjadi basis inspirasi.”
Cosmo: Bagaimana perkembangan label fashion Anda?
Barli: “Saya memiliki tiga label busana yaitu Barli Asmara untuk koleksi adibusana. Barli by Barli Asmara, lini kedua untuk koleksi ready to wear, dan Sui yaitu lini busana siap pakai bergaya semi formal.”
Cosmo: Bagaimana perkembangan fashion tanah air menurut Anda?
Barli: “Di dunia fashion, kompetisi selalu ada namun saya selalu percaya pada kekuatan Tuhan akan karier seseorang. Pengembangan dan pendewasaan diri memacu kita untuk mendapat ide baru.”
Cosmo: “Apa target atau mimpi Barli sekarang?
Barli: “Busana siap pakai yang tersedia di gerai massal adalah impian untuk selalu mengakomodir mimpi dan kebutuhan setiap wanita. Saya selalu mengusahakannya.”
Cosmo: “Apa yang Barli lakukan untuk menghabisi waktu luang?
Barli: “Bersama keluarga adalah prioritas utama. Pasangan dan sahabat yang pengertian serta memberi dukungan juga menempati tempat kedua. Saat saya merasa sendiri hanya Tuhan yang mampu menemani hidup. Kegiatan traveling, window shopping, ke kota tua, dan bertemu orang baru dengan mencoba life stylesetempat juga bisa memberi inspirasi untuk saya.”
Cosmo: Ada tip berbusana untuk pembaca Cosmo?
Barli: “Dalam berpenampilan harus rapi dan sehat. Sedangkan twist gaya dan personal statement bisa mengikuti. Coba padu padan busana pada palet dan material yang sama, pilih desain elemen fashion yang unik untuk gaya chic namun tetap relax.” (AS/Image: Doc Cosmo)
Selengkapnya: Cosmopolitan edisi Februari 2012
FASHION REPORT: THE ARTISANSHIP OF JOHN HARDY. WWW.COSMOPOLITAN.CO.ID


Bertempat di Main Atrium, Level 1 Plaza Indonesia, telah diadakan presentasi perhiasan John Hardy pada tanggal 13 Maret 2012. Acara yang bertemakan The Artisanship of John Hardy menampilkan jewelry terbaru dengan desain yang unik namun tetap elegan.
Acara berlangsung seru karena didukung oleh dua artisan yang mendemonstrasikan cara pembuatan aksesori handmade. Beberapa artisan terbaiknya yang berasal dari workshop di Bali diboyong ke Jakarta dengan teknik dan pengerjaan yang teliti dan prima. Ternyata dibutuhkan waktu selama satu setengah hari untuk merangkai kalung sepanjang 80 sentimeter yang terbuat dari material ring. Bukan hanya itu, tersedia beragam perhiasan mewah yang dinamakan dengan bahasa Indonesia semisal Cinta, Kali dan Naga. Beberapa koleksi perhiasan hadir dengan material perak dengan nuansa kontemporer yang stylish.
Cretive Director, Guy Bedarida juga menjelaskan nama Naga yang digunakan, memang terinpirasi dari mitologi Bali, atau koleksi perhiasan Cinta yang mencerminkan rasa kasih sayang antara manusia. Well,koleksi-koleksi cantik yang mengandung makna berarti tersebut merupakan sajian manis yang diberikan oleh John Hardy. (Mahda/AS/Image: Doc Cosmo)
FASHION REPORT :NEW OBSESSION: DIAMOND BIRKIN BAG. VISIT : WWW.COSMOPOLITAN.CO.ID
FASHION REPORT : LA PERLA SPRING SUMMER 2012 AT PLAZA SENAYAN, JAKARTA . VISIT: WWW.COSMOPOLITAN.CO.ID
LA PERLA
Bergaya seksi dan elegan
Brand underwear asal Italia, La Perla baru saja meluncurkan produk terbarunya dalam lingerie collection Spring/ Summer 2012. Acara yang berlangsung pada 8 Februari lalu di butik label yang terdepan dengan koleksi pakaian dalam mewah ini, Plaza Senayan. Mengangkat tema sixties, La Perla menciptakan kreasi pakaian dalam yang cantik dan elegan.
Acara dikemas dalam bentuk private show dan dimulai dengan band pembuka yang mengalunkan musikblues. Tak lama setelah itu, para model pun masuk berbalutkan lingerie berwarna natural dengan aksen lacedan chiffon yang seksi. Peragaan busana sukses memancarkan euphoria yang fun dan antusiame tinggi di wajah para tamu yang hadir.
Keseruan tak berhenti sampai disitu, gerai yang di desain dengan sentuhan warna putih menampilkan beragam model pakaian dalam yang terpajang pada etalase toko. Motif leopard juga menjadi salah satu corak pada material pakaian dalam atau sleep wear seperti bra, panties, dan lingerie yang berani. So, are you ready to feel sexy with La Perla? Sure! (Mahda/AS/Image: Doc Cosmo)
























