PARIS FASHION WEEK AW 2017/2018

PARIS FASHION WEEK AW 2017/2018

Friday, December 1, 2017

Hian Tjen : Dewi Fashion Knight 2017

Hian Tjen
SYMMETROPHILIA
Dewi Fashion Knight 2017
By Adi Surantha


Fashion merupakan suatu bidang kreatif yang begitu luas dalam berimajinasi. Era mode 60an yang penuh imajinasi, kaya inovasi, dan membawa mode di puncak modernisasi, menjadi pijakan Hian Tjen dalam bereksplorasi pada koleksinya untuk Dewi Fashion Knight 2017 yang bertajuk: Symmetrophilia.

Nuansa futurist, structured, siluet H yang minimalis, aksen mengilap, detail metal, hingga perayaan psychedelic yang marak mendaulat banyak desainer mode era 60an menjadi ikon yang tak terlupakan dalam sejarah. Hian selalu menetapkan kepiawaian era itu dalam semangatnya saat berkarya. Kebebasan dalam kreativitas, berani mencoba hal baru, aksi avant-garde dalam detail busana, hingga meracik sepotong busana dalam praktik adibusana bersama tim artisannya selalu berjalan bersama mode 60an yang inspiratif.

Geliat pembaruan di era manusia pertama kali memijakan kakinya di Bulan itu dihadirkan oleh Hian dengan kekhasan desain Hian yang glamour dan delicate. Hian pun mencoba untuk mengangkat salah satu pengalaman yang ditemui pada lingkaran hidupnya, yaitu OCD (Obsessive Compulsive Disorder) kecederungan pada individu akan hal yang simetris. Salah satu hal yang terjadi pada temannya itu dicoba untuk dilebur menjadi inspirasi detail bersama mode 60an. Hal itu tercermin pada potongan busananya yang hadir pada elemen gaun, atasan, celana, coat, dan luaran yang individual. Atasan tampil dengan potongan neckline yang tegas dan material transparan dengan aksen kaku. Celana pendek atau panjang hadir dengan detail garis yang clean, potongan backless atau low-waist line hadir dalam jajaran tabur kristal yang simetris. Untuk luaran hadir dalam potongan lebar, dan permainan corak pada lining, juga siluet volume dan pundak nan tegas. Gaun malam pun tampil memikat dengan siluet H yang lurus, hingga shift dress mini semarak Mary Quant dan Twiggy yang kontroversial khas 60an yang tampil transparan dan ditata layaknya crochet khas swinging era denga kristal yang chic. Juga stockings atau tights di kaki Jane Birkin saat itu, oleh Hian bertabur kristal dan dipadankan elemen knee-high boots 60an, aksesori yang disinyalir jadi tren global tahun depan. Detail ornamen akrilik dan kristal berjatuhan pasa lengan atasan, coat dress atau rok pun mewakili semangat swinging khas 60an yang fun juga modern.

Kuasa simetris itu juga hadir dalam ragam detail yang hadir dalam seni budaya psychedelic yang mewarnai gaya hidup era 60an. Desainer lulusan ESMOD Jakarta ini menggarap lembar material dengan susunan detail psychedelic melalui tatanan akrilik, kristal, kaca, dan plastik transparan yang begitu kental di era 60an dengan hasil akhir signature Hian yang glamourous dan modern.

Autumn in Paris🍂
Bonjour!
Tahun 2017 ini saya sudah kali ke 4 mengunjungi Paris, seluruhnya untuk berkerja, plus extend untuk berlibur tak sampai seminggu. Biasanya saya hanya menikmati tempat baru yang banyak ditandangi local people, atau menikmati pameran dan kuliner khas parisien.
Bon weekend
Bisous


Saturday, November 19, 2016

ROSSA MENGENAKAN KOLEKSI SEBASTIAN GUNAWAN ERA SOEKAMTO ASMARADHANA 2017 STYLED BY ADI SURANTHA



BARLI ASMARA: MENDEKORASI BUSANA DENGAN APIK.


BARLI ASMARA: MENDEKORASI BUSANA DENGAN APIK.
Lima Belas Warsa Barli Asmara, Diantara Gemerlap Ornamentasi, merupakan judul buku Barli Asmara yang baru dilansir di Jakarta Fashion Week 2017 untuk perayaan 15 tahun berkarya di dunia fashion tanah air. Didukung penuh oleh brand kecantikan ternama Indonesia, Wardah untuk pembuatan buku, Barli juga turut berpartisipasi pada presentasi kolektif pada peragaan bertajuk Youniverse pada 23 Oktober 2017 silam. 
Saat peragaan bagian dirinya dimulai, para model berjalan di atas catwalk dengan cepat, seketika koleksi keemasan menyinari panggungnya. Dengan tatanan rambut serba berponi, para model tampil pretty dengan riasan oleh tren terkini dari Wardah. Koleksinya kali ini mencerminkan dari judul buku yang ia terbitkan untuk khalayak mode. Seluruh koleksi busana tak kenal ampun, semua mendapat bagiannya dalam ornamentasi pengerjaan tangan tim Barli, mulai dari teknik macrame dan dekorasi embellishment. 
Deretan busananya terdiri dari item busana berpotongan wearable, mulai dari atasan lace, celana panjang dan midi, rok, terusan, hingga ragam luaran. Beberapa atasan hadir dengan potongan longgar seperti tunik yang ditata dengan dekorasi payet, atau juga atasan oversize dengan material renda yang diberi aksen kerut pada lengan dan detail unfinished serupa fringe tipis pada area lengan dan badan atasan. Untuk bawahan Barli menelisik tren terkini seperti celana midi bertabur kristal, yang terlihat dinamis dengan padanan jeweled booties-nya. Sedangkan rok pensil dan tulipe juga menjadi aksen tersendiri melalui pilihan material renda berpola bulat emas yang dipadankan dengan oversized blouse dan trench coat renda ala Barli. Terusan juga tampil memukau saat satu look lace dress-nya hadir dengan detail ruffle yang dilayer pada bagian tangan, pinggang sampai bawah terusan. Boxy dress bertabur kristal dengan lengan panjang, atau juga terusan loose dari renda yang diberi aksen wide belt dekoratif, hingga evening gown yang dipadankan jaket beraksen fringe. Terakhir, adalah luaran-luaran Barli yang diyakini bisa mewarnai wardrobe selebriti tanah air, karena memiliki efek signifikan bagi tampilan panggung. Barli meniduri jaket biker, trench coat, dan pea coat dengan dekorasi kristal dan mutiara yang berkilapan saat presentasi.
Padu-padan segar pada koleksi desainer yang tidak mengenyam bangku pendidikan fashion ini membuat elemen fashion-nya tampil segar. Namun, yang menjadi hero pada koleksi 15 tahun berkaryanya ini adalah kerajinan tangan dalam dekorasi payet yang selalu jadi andalan Barli dalam berkarya. "Saya selalu mencintai detail, dan dekorasi pada sebuah busana." Kata pria pengoleksi kaca mata ini pada saya lima tahun lalu. Mungkin hal ini juga  yang merupakan tahap pendewasaan bagi Barli. Setelah mengikuti perjalanan kariernya, saya melihat beberapa tahun belakangan Barli kerap melansir koleksi yang tak lepas dengan detail craftsmanship yang terus dikembangkan ekplorasinya. Busana bling-bling tampil lebih dinamis dengan tatanan geometris ,dan dihadirkan pada elemen berpotongan sederhana. Saya pun yakin, kelebihan pengrajin, tenaga payet, dan konsumen busana penuh kerlip di negeri tercinta kita ini tak pernah habis, walau berganti generasi sekalipun. Melihat gambaran hal itu memang Barli berada di momen gemerlapnya mode, namun semoga di momen dua dekadenya, Barli nanti bisa mencoba ornamen lain selai taburan kristal. Smocked mungkin? Yang sempat membuat saya juga terpana pada koleksinya di suatu malam silam itu.