PARIS FASHION WEEK AW 2017/2018

PARIS FASHION WEEK AW 2017/2018

Sunday, July 27, 2014

Fashion Report: Pameran Mode Les Anness 50 Paris

Les Anness 50
Pameran fashion dari perancang busana asal Paris sudah pasti tidak terlewatkan. Banyak nama-nama legendaris kreator mode lahir dan memberikan pengaruhnya pada industri mode dunia hingga kini. Salah satu Pameran yang saya hadiri adalah Les Années 50 di Palais Galliera Musée de la Mode de la Ville de Paris.‎ Pameran ini menghadirkan kreasi busana siap pakai dan Haute Couture atau Adibusana dari beberapa nama desainer fashion dari era fashion 50-an. Era fashion 50-an yang dikenal dengan eranya mode elegan merupakan sejarah mode favorit saya. Dikenal dengan potongan volume dan tailored yang feminin, dengan sentuhan dan gaya baru yang dikenal dengan New Look yang diperkenalkan oleh Monsieur Christian Dior. Ada banyak nama legendaris lainnya yang patut kita kenang seperti Christobal Balenciaga atau Jacques Fath.

Adapun desainer fashion lainnya yang turut dipamerkan dan mencuri hati adalah:
Pierre Cardin
Chanel.‎
Givenchy ‎
Jacques Fath‎
Schiaparelli
Madame Gres
Givenchy
Pierre Balmain
Jeanne Lanvin‎ by Castillo‎
Jacques Griffe‎
Carven
Michel Goma
Marcel Rochas
‎Jean Desses‎
Paul Daunay
‎Maggy Rouff
Alwynn
Rence Marchal‎
Henry a la Pensee‎
Bruyere‎
‎Christian Dior by Yves Saint Laurent
‎Maggy Rouff
‎Lucile Manguin
Jacques Heim
Robert Piguet‎

Ada beberapa arsip video fashion show beberapa desainer yang tayangkan di Pameran. Namun, yang paling outstanding adalah Pameran koleksi busana mereka di manekin hingga story di balik gaun tersebut. Saya melihatnya dari dekat, dan mengagumi betapa inovatifnya kreasi para kreator untuk di masa itu.

Selain Pameran busana mereka, tampil pula beberapa Pameran aksesori pendukung dari label dan perancang kenamaan saat itu untuk melengkapi gaun mereka saat dipresentasikan secara privat kepada pelanggan dan tamu terbatasnya, sebut saja:‎‎
Desainer sepatu, Perugia.‎
Jewelery: roger Scemama untuk Jacques Fath.‎
‎Gloves kreasi Lionel Le Grand untuk Jacques Fath. 
Topi-topi indah kreasi Rose Descat, Claude Saint-Cyr, Coiffure du Soir
Sepatu dari Roger Vivier untuk Christian Dior, hingga pakaian dalam pendukung gaun malam dari Marie Rose Lebigot.‎








Mungkin buat Anda, beberapa nama belum cukup akrab. Memang ada beberapa perancang sudah tenggelam menghadapi zaman. Ingin tahu lebih lengkap dan detail cerita Pameran ini, stay tuned!

Fashion for love.
Adi Surantha‎

Sunday, July 20, 2014

FASHION REPORT : BIYAN SPRING SUMMER 2015 SERUNI.

Lebih 30 tahun berkarya, Biyan kembali menunjukan kepiawaiannya pada mode.



DI BAWAH LANGIT SERUNI.
Tunas-tunas gaya setiap wanita kembali bermekaran dengan ragam kecantikan kreasi busana yang segar dan mencuri hati.

Saat konfeti berjatuhan di tengah peragaan Biyan, menjatuhi model yang melangkah sunyi, kita seperti dibawa menikmati keanggunan, kecantikan dan perayaan akan mode. Seruni koleksi terbaru desainer kebanggan Indonesia menjadi tajuk utama peragaan tahunan koleksi Spring/ Summer 2015 digelar di Hotel Mulia Jakarta pada 17 Juni silam.

Sinar yang menelusuk bambu-bambu besar pada dekor panggung peragaan membuka peragaan, potonggan longgar yang banyak ditemui di koleksinya tetap membuat keanggunan wanita tetap pada puncaknya. Garapan material melayang, transparan ataupun dengan potongan tailored sekalipun memberikan napas perempuan tetap memiliki senjata gaya yang ampuh untuk mencuri perhatian. Pada sekuen awal, Biyan mengajak para penggemarnya untuk berada pada zona romantis dalam iringan palet pastel seperti pink, hijau, biru, khakis yang lembut. Nuansa floral hadir pada motif, bordir dan aplikasi detail pada material. Pada rangkaian ini, desainer yang menekuni pendidikan mode di London ini pun mencoba kreasi rancangannya dengan sensasi eksperimental yang feminin. Hal itu tercermin pada potongan terusan longgar dengan aksen big ruffle pada beberapa sisi asimetrikal. Biyan juga memadankan ide berbusana segar, pada padanan elemen berpotongan ringan dan structured baik pada atasan, dalaman atau luaran panjang. Corak bunga yang menjalar pada beberapa bagian atau mengawinkan beberapa corak pada satu elemen, memberikan nuansa feminin semakin individual. Satu potongan atasan berkerah komono atau satu set atasan dan celana berpulas hijau bunga, mengarahkan setiap wanita untuk terus mendengar suara alam mode untuk tetap tampil manis, tapi dalam cita rasa yang sophisticated.

Nostalgia yang kerap terbersit dalam benak sang desainer juga diceritakan pada sekuen selanjutnya. Asia atau Indonesia yang sempat digarap sang desainer di perjalanan awal kariernya sebagai desainer banyak digelar pada setiap model berias innocent. Nuansa gelap atau tanah, ditebar dalam ladang motif dan dekorasi yang kaya. Mulai dari bangau, bunga, polka dot, daun panjang hadir pada elemen busana bepotongan bawah lutut dan sebatas kaki yang apik. Konsep layering juga diterapkan pada beberapa koleksi, seperti dalaman  kemeja panjang, jaket, luaran transparan seperti net, coat, celana hingga rok lebar. Atasan berpotongan boxy, tunik atau kaftan juga lebih outstanding dengan  taburan payet dekoratif berpola geometris. Beberapa payet diaplikasikan dengan  pengerjaan tangan level tinggi, tak hanya taburan kristal yang bersilauan, tapi justru paduan payet batu bernapas tribal mungil, batuan kusam yang disatukan dengan kilap kristal yang sinergis, teknik ini memberikan wacana baru dalam menerapkan embellishment berkarakter low and high dengan berbungkus akhir yang glamour.

Berbicara tribal yang secara global menjadi tajuk tren, sekuen akhir Biyan mengamini poros mode tersebut. Ragam visual patung-patung atau kain tenun daerah Sumba, Indonesia yang kental dihadirkan dengan teknik bordir pada atasan panjang, luaran hingga rok, beberapa hadir dalam pulas warna cokelat khas tenunan Sumba namun beberapa hadir dalam warna putih, oranye, biru dan kren yang dramatis. Koleksi seri ini bisa menjadi item investasi yang berharga bagi Anda pencinta budaya, juga fashion bervisi global.

Busana malam tak lagi dimonopoli oleh sepotong gaun saja, tapi juga beberapa elemen atasan, bawahan, dan luaran longgar. Beberapa pilihan material sutera bercorak, organza bertekstur, transparan yang melayang ringan, atau barisan embellishment oranye yang mencuri hati, begitu mengedukasi setiap perempuan untuk tampil cantik di bawah kemah gaya yang beragam.

Lebih 30 tahun berkarya, Biyan kembali menunjukan kepiawaiannya pada mode, yang membuat setiap wanita semakin cinta pada kreasinya, dan diyakini juga pelaku mode lainnya terinspirasi. Seruni yang menjadi tajuknya pun mengakhiri taman kreasi koleksi terbarunya dengan banyak tepuk tangan dan rekaman foto para tamu. Biyan membuat setiap wanita berbunga-bunga..cantik..sekaligus mewah namun juga, bersahaja.

Fashion For Love.

Adi Surantha.


Berbicara tribal yang secara global menjadi tajuk tren, sekuen akhir Biyan mengamini poros mode tersebut. Ragam visual patung-patung atau kain tenun daerah Sumba, Indonesia 


Hal itu tercermin pada potongan terusan longgar dengan aksen big ruffle pada beberapa sisi asimetrikal

Atasan berpotongan boxy, tunik atau kaftan juga lebih outstanding dengan  taburan payet dekoratif berpola geometris. Beberapa payet diaplikasikan dengan  pengerjaan tangan level tinggi, tak hanya taburan kristal yang bersilauan, tapi justru paduan payet batu bernapas tribal mungil, batuan kusam yang disatukan dengan kilap kristal yang sinergis, teknik ini memberikan wacana baru dalam menerapkan embellishment berkarakter low and high dengan berbungkus akhir yang glamour.




Corak bunga, memberikan nuansa feminin semakin individual. Satu potongan atasan berkerah komono atau satu set atasan dan celana berpulas hijau bunga, mengarahkan setiap wanita untuk terus mendengar suara alam mode untuk tetap tampil manis, tapi dalam cita rasa yang sophisticated.








. Nuansa gelap atau tanah, ditebar dalam ladang motif dan dekorasi yang kaya. Mulai dari bangau, bunga, polka dot, daun panjang hadir pada elemen busana bepotongan bawah lutut dan sebatas kaki 






Biyan juga memadankan ide berbusana segar, pada padanan elemen berpotongan ringan dan structured baik pada atasan, dalaman atau luaran panjang



Konsep layering juga diterapkan pada beberapa koleksi, seperti dalaman  kemeja panjang, jaket, luaran transparan seperti net, coat, celana hingga rok lebar. Atasan berpotongan boxy, tunik atau kaftan juga lebih outstanding dengan  taburan payet dekoratif berpola geometris 
. Biyan membuat setiap wanita berbunga-bunga..cantik..sekaligus mewah namun juga, bersahaja.

Tuesday, July 15, 2014

FASHION NEWS: Dita Von Teese by DITA eyewear at OPTIK SEIS JAKARTA.


FASHION NEWS: DIOR FUSION SNEAKERS


FASHION NEWS: CULTURE CHANEL. THE SENSE OF PLACES EXHIBITION

CULTURE CHANEL, The Sense of Places
AN EXHIBITION - AUGUST 30TH TO OCTOBER 5TH, 2014
DONGDAEMUN DESIGN PLAZA, SEOUL

From August 30th until October 5th 2014, the DDP Seoul will house the CULTURE CHANEL exhibition entitled The Sense of Places. This design museum inaugurated in March 2014 is the work of the architect Zaha Hadid.
Once again this exhibition has been entrusted to Jean-Louis Froment, the curator of the previous editions of CULTURE CHANEL, held successively in Moscow’s Pushkin State Museum for Fine Arts in 2007, in Shanghai at the Museum of Contemporary Art and in Beijing at the National Art Museum of China in 2011, and more recently in 2013 at the Opera House in Guangzhou and at the Palais de Tokyo in Paris.

CULTURE CHANEL - The Sense of Places approaches CHANEL’s creative language through the locations that greatly inspired Gabrielle Chanel.

Each of the exhibition’s ten sequences acts as a particular landmark in Mademoiselle Chanel’s life story, and the exhibition seeks to highlight the strong influence these places she lived in and loved had in forming her stylistic language.

From Aubazine to Deauville, from Paris to Venice, Gabrielle Chanel sketches the contours of her world enriched with images and reminiscences. More than 500 pieces including photographs, books, objects, manuscripts, archives and artworks along with fashion, jewelry, watch and perfume creations retrace the life story of this key figure that left an enduring mark on her time. This exhibition reveals the true spirit of CHANEL through a subtle play of correspondences, and in a highly original way sheds light on the real and imaginary life of one of the foremost creators of the 20th century.

FASHION NEWS: CHANEL SNEAKERS FALL WONTER 2014/2015 COLLECTION




Last January for the CHANEL Spring-Summer 2014 Haute Couture Collection, Karl Lagerfeld shook things up with a daring new attitude when he paired the ultimate symbol of femininity, the corset, with the ultimate symbol of sportswear, the sneaker. For the Fall-Winter 2014/15 Ready-to-Wear collection the designer re-confirmed this modern and high-energy silhouette by accessorizing every look with low or high sneakers.
With characteristic humour, Karl Lagerfeld has moved the sneaker away from its primary function – for use in sport – to insert it into the wardrobe of everyday life. He has given it luxurious materials while preserving its most famous technical characteristic: the thick rubber sole. Exacting quality and expert construction, the new CHANEL sneaker perfectly adheres to the House's values. With unfaltering attention to detail Karl Lagerfeld has also added the iconic double C of CHANEL onto the sole.

At the heart of the Fall-Winter 2014/15 Ready-to-Wear collection, the sneaker can be worn as much with a suit as with a pair of leggings, an overcoat or an evening dress. In this spirit, low or high like a boot, laced up until the knee, it comes in twenty different combinations of materials and colours: tweed in a multitude of effects (chevrons, woven, bouclé …), suede, in laminated, crackled or iridescent leather, and in distinct associations dominated by black and pink, orange, black and gold, red and green, pink and silver… This explosion of vibrant hues is reminiscent of the CHANEL Shopping Centre, the luxury supermarket backdrop to the runway show.
With the new CHANEL sneaker Karl Lagerfeld reaffirms Gabrielle Chanel’s own visionary approach and imprint on freedom, as he imbues womenswear with sportswear. “Freedom is the spirit of the collection,” he concludes.
The CHANEL Fall-Winter 2014/15 sneaker will be available in boutiques in September 2014.

FASHION NEWS : FENDI "BY THE WAY" BAG








FASHION NEWS : Keira KNIGHTLEY wore an iridescent silk dress with floral embroideries and white linen trousers, look 54, from Chanel the Cruise 2014/15 Collection.